Mendengkur: Sebabkan Banyak Penyakit, Benarkah?

Mendengkur

Seringkali ada anggapan bahwa orang yang mendengkur atau mengorok saat tertidur tandanya orang tersebut mengalami kelelahan dan dianggap wajar. Sebagian orang menganggap mendengkur sebagai sebuah gangguan saat tertidur. Namun, tahukah kamu berdasarkan berbagai penemuan dalam bidang kesehatan, mendengkur dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang ternyata berbahaya? Apa sajakah penyakit yang disebabkan dari mendengkur?

Mendengkur atau mengorok adalah kondisi di mana seseorang mengeluarkan suara yang kasar dari tenggorokan saat tertidur. Orang yang tidur mendengkur dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang disebut dengan sleep apnea. Apakah sleep apnea itu? Sleep apnea adalah kondisi henti nafas saat tertidur, tentu saja hal ini memiliki dampak bagi kesehatan seseorang.

Saat tertidur, otot-otot saluran pernafasan melemas, dalam kondisi ini seseorang dapat mengalami sleep apnea. Akibatnya jalan nafas menjadi menyempit hingga menyumbat dan tidak ada udara yang bisa lewat. Durasi sleep apnea atau henti nafas ini bisa terjadi selama 10 detik sampai dengan lebih dari satu menit. Jika hal ini dibiarkan terjadi, seseorang akan dapat mengalami beberapa penyakit sebagai berikut:

Stroke

Sleep apnea ternyata dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke. Salah satu penyakit berbahaya di Indonesia. Peningkatan kekentalan darah pada pengidap sleep apnea menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko stroke.

Penyakit Jantung

Jika semakin dibiarkan, mendengkur dapat menyebabkan serangan jantung. Apakah korelasi antara mendengkur dan penyakit jantung? Mendengkur dapat memicu risiko denyut jantung yang tidak beraturan sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung seperti, serangan jantung, jantung koroner dan jantung kongestif. Menurut penelitian dalam Journal of the American College of Cardiology, jantung orang yang mengidap sleep apnea membengkak dan mengalami penebalan dinding jantung di satu sisi, serta kemampuan memompa pada jantung berkurang.

Tekanan Darah Tinggi

Sleep apnea merupakan salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ada kaitannya antara tingkat keparahan sleep apnea dengan peningkatan tekanan darah seseorang. Semakin parah tingkat sleep apnea, semakin berat peningkatan tekanan darah.

Depresi

Ternyata sleep apnea dapat menyebabkan depresi. Riset menunjukkan bahwa depresi sering terjadi pada pengidap sleep apnea. Dengan tingkatan sleep apnea ringan, seseorang dapat mengalami depresi. Pada tingkatan sleep apnea yang lebih besar lagi, peningkatan risiko depresi juga semiakin besar.

Kematian

Penelitian tahun 2008 dari Jurnal Sleep menyatakan, orang yang mendengkur memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mendengkur. Terlebih jika kebiasaan mendengkur terlalu lama dibiarkan, risiko kematian akan meningkat seiring dengan tingkat keparahan henti nafas.

Bagi Anda yang kerap kali mendengkur ketika tidur, sebaiknya Anda melakukan penanganan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan sleep apnea. Penanganan sleep apnea dapat anda lakukan dengan cara yakni pembedahan Continuous Postive Airway Pressure (CPAP) atau dental apliances, untuk sementara cara ini dinilai memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk mengurangi sleep apnea. Cara ini juga dinilai dapat mengurangi risiko terjadinya beberapa penyakit yang telah dijelaskan dalam tulisan ini.